Bali Sebagai Destinasi Wisata yang Siap Bersaing di Era Globalisasi

Dewasa ini perkembangan pariwisata dalam kancah domestic dan internasional dipenuhi dengan berbagai macam fenomena yang dramatis, baik dari sisi internal dan eksternal. Kita melihat bagaimana alam-budaya-seni sebagai keunggulan destinasi saat ini dihadapkan pada ancaman degradasi dalam berbagai hal seperti kualitas sumber daya alam, perubahan gaya hidup masyarakat, serta pengaruh digitalisasi di bidang informasi dan teknologi. Hal – hal seperti itu perlu disikapi dengan cara pandang yang holistik dan visioner bahwa industri pariwisata ini perlu penyelamatan yang nyata dan konsisten.

Keberadaan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian Bali menjadikan industri keramahtamahan (hospitality) mempunyai peran yang sangat penting dan strategis. Namun semua pihak dan pelaku yang terlibat di dalam industry ini harus – lah memiliki pemahaman yang komprehensif dan kompeten tentang kepariwisataan, sehingga dapat bermanfaat sepenuh – nya bagi kesejahtaraan bangsa secara merata dan tetap menjaga kelangsungan sumber daya yang ada agar bermanfaat bagi generasi mendatang.

Menurut saya pribadi tentang bagaimana kesiapan Bali sebagai destinasi wisata dalam menghadapi tantangan untuk bersaing di Era Globalisasi, sudah cukup kuat dan terstruktur. Berbagai macam upaya yang sudah di lakukan oleh pemerintahan, baik pusat maupun daerah cukup signifikan untuk menopang kompetensi dalam bersaing, bisa kita ambil contoh di era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), kita dituntut untuk bersaing dalam aspek Sumber Daya Manusia.

Bagaimana pemerintah mengantisipasi tenaga kerja asing ini dengan cara menggalakkan proses sertifikasi ketenagaan kerja dari level bawah hingga level profesionalitas. Indonesia, terkhusus nya pulau Bali memang sangat menjanjikan. Kompetensi yang sengit ini secara tidak langsung mendorong Sumber Daya Manusia negara – negara lain seperti Filipina, Malaysia, dll untuk mau mempelajari bahasa Indonesia agar mampu masuk dan bersaing juga di dalam industri ini dan kita sebagai tolak ukur keberhasilan jangan sampai lengah menghadapi pergerakan seperti ini, kita juga harus mampu untuk mengembangkan pemberdayaan Sumber Daya Manusia kita dengan cara menambah cakupan penggunaan Bahasa Asing yang relevan, seperti Bahasa Mandarin dimana kita sendiri tahu bahwa Wisatawan Mancanegara terbanyak datang dari Wisatawan Tiongkok / China, melalui pemberdayaan bahasa asing ini saya yakin bahwa Bali akan mampu menjadi pilar yang kokoh dalam menghadapi persaingan pariwisata di era globalisasi kedepan nya.

Selain melalui antisipasi sertifikasi, kita dapat melihat perkembangan kesiapan Bali dalam konteks perkembangan ilmu dan teknologi. Di era globalisasi yang semakin berkembang dengan cepat setiap hari nya, kemudahan mengakses informasi bukan – lah suatu hal yang baru bagi kita dan pemanfaatannya secara nyata dalam industri pariwisata dapat kita lihat dari segi penjualan dan transaksi, sudah banyak badan usaha produk dan jasa pariwisata di Bali yang sudah memanfaatkan nya dengan baik, bisa kita lihat sudah banyak ada bungalow / guesthouse pribadi masyarakat lokal yang mampu memasarkan nya di berbagai macam platform kelas Internasional, dan juga  sudah banyak nya ada fitur transaksi yang memudahkan pembayaran konsumen dan penyedia barang / jasa, bahkan di Bali sendiri sudah ada kantor yang menyediakan penukaran uang dengan cryptocurrency, salah satu mata uang digital yang sedang berkembang pesat di dalam industri keuangan dunia.

Dari berbgai macam kesiapan di atas, bagi saya sendiri Bali sudah sangat cukup untuk bersaing di era globalisasi kedepan – nya, walaupun kita masih termasuk sebagai negara yang berkembang dan memiliki kemajuan teknologi yang belum terlalu mumpuni sebagai negara negara lain seperti Jepang, Singapur, dan lain lain, janganlah kita berkecil hati karena sebagaimana pun teknologi berusaha mendominasi industri pariwisata, kita perlu sadar bahwa keramahtamahan (hospitality) merupakan sebuah produk yang berasal dari interaksi dan komuikasi secara langsung antara manusia, kita perlu berbangga diri bahwa bangsa kita merupakan salah satu bangsa yang terkenal di mata dunia akan keramah tamahan penduduk nya, dan hal ini akan selalu menjadi kunci utama dan pilar yang kokoh bagi Bali dan Indonesia dalam terus eksis dan bertahan di dalam industri pariwisata ini.

Berwirausaha

Wirausahawan (Enterpreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Saya memiliki cita-cita menjadi seorang entrepreneur dalam bidang pariwisata.

Sejak dari awal SMK saya memutuskan untuk bergabung di dunia pariwisata dan telah mengetahui cukup dalam betapa bahagianya bekerja dalam industry pariwisata, ini membuat saya terus ingin memperdalam keterampilan, pengetahuan, yang saya punya di Industri pariwisata. Ya memang tentu saja hal yang tidak menyenangkan itu ada, tetapi ketika saya mencintai pekerjaan tersebut, saya akan menjalaninya dengan ikhlas dan senang hati. Jika saya memiliki kesempatan untuk membuka sebuah usaha, tentu saja usaha yang akan saya buka adalah usaha yang terkait dengan MICE & EVENT tentunya, seperti EO, WO, menjadi Vendor, dan yang lainnya. Saya memilih untuk membangun usaha tersebut karena usaha tersebut sesuai dengan passion yang saya miliki dan yang saya suka. Menjadi bagian dari moment penting yang dimiliki oleh client, melihat client bahagia di hari pentingnya, dan memberikan seluruh kemampuan yang kita punya untuk turut menyukseskan event-event besar merupakan salah satu kebanggaan tersendiri buat saya.

Saya suka travelling, melalui event-event yang di adakan saya bisa mengunjungi berbagai venue yang menakjubkan di dalam kota, luar kota, bahkan luar negeri. Bahkan saya bisa bertemu dengan orang-orang hebat melalui adanya event-event. Selain itu, merencakan (membuat planning) untuk seseorang dalam hari pentingnya adalah pekerjaan yang walaupun ribet, tetapi sebenarnya memiliki keasyikan tersendiri bagi saya. Melihat orang-orang enjoy dengan acara yang saya buat, melihat orang-orang tertawa itu memiliki kepuasaan tersendiri di hati saya. Selain itu juga dalam bidang ini saya bisa mendapatkan networking lebih banyak, melalui vendor-vendor yang akan saya gunakan untuk mensupport event yang saya selenggarakan.

Event juga menghasilkan profit yang sangat tinggi tergantung event yang diselenggarakan. Tidak hanya itu, pengaruh MICE & Event dalam mempromosikan produk wisata sangatlah besar, melalui pengemasan launching produk yang sempurna mampu memikat wisatawan, local maupun international. Pengemasan launching produk wisata yang dibuat oleh Event Organizer sangat berpengaruh untuk membuat objek-objek wisata yang belom ter explore menjadi lebih terkenal. Dalam hal seperti ini, promosi sangatlah dibutuhkan untuk menyeimbangkan sebuah produk wisata agar mampu menarik jumlah customers sebanyak-banyaknya. Dengan adanya event-event besar yang diselenggarakan seperti meeting IMF dan world bank itu menghasilkan banyak keuntungan bagi pengusaha pariwisata baik itu sector kecil maupun besar.

Penghasilan besar dari bisnis MICE itu dapat diperoleh dari subsektor bisnis MICE, antara lain: usaha akomodasi seperti hotel, wisma, dan losmen; usaha jasa penyewaan audio visual, usaha konsumsi baik berbentuk restoran maupun perusahaan jasa boga atau katering; usaha suvenir yang meliputi pusat perbelanjaan, toko-toko hadiah, perusahaan kerajinan dari berbagai bahan tekstil pakaian, kulit, kerajinan bambu, kayu, dan rotan; usaha jasa hiburan seperti orkestra, sendratari, sanggar kesenian dan kebudayaan serta lawak, dan usaha jasa pengiriman cepat (ekspres) dan pelayaran (shipping).Hal ini juga berdampak bagi pengusaha industry lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung berjalannya sebuah event tersebut dengan baik. Selain itu juga penyelenggaraan kegiatan MICE di Indonesia terbukti memberi kontribusi konkret dalam pembangunan ekonomi, antara lain berbentuk penerimaan cadangan devisa dalam waktu relatif singkat, penerimaan pajak, penyerapan tenaga kerja dan pengembangan infrastruktur. Ketika saya sudah membangun usaha tersebut banyak yang akan saya lakukan untuk mengembangkan, mempertahankan usaha saya, dan membuat usaha saya menjadi perusahaan yang mampu bersaing di tingkat International. Pertama yang saya akan lakukan adalah melakukan analisis secara langsung maupun melalui media social apa yang menjadi kebutuhan, keingan dan harapan customer terhadap produk saya. Saya juga akan terus memperbaiki system yang saya gunakan di perusahaan mengikuti trend yang booming di dunia. Saya akan tetap menjaga konsistensi saya, dimana saya akan memberikan hospitality terhadap client saya. Saya akan memberikan para client saya EXECELLENT service, sehingga dia akan terus mau menggunakan produk saya.

Saya juga akan mensurvei pasar EO WO International lainnya, sebisa mungkin saya akan menyesuaikan ataupu membuat lebih baik dari apa yang mereka punya. Memperkuat data base dan memperluas networking juga terus akan saya lakukan untuk mempertahankan existensi perusahaan saya.

Dampak Industri 4.0 terhadap Industri Pariwisata

   Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Sedangkan Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Jadi, Revolusi industry 4.0 merupakan sebuah perubahan terkait dengan industry 4.0. Revolusi Industri juga mengakibatkan munculnya pemanfaatan teknologi baru, termasuk telegraf, radio, kapal uap dan kereta api. Salah satu dampak dari revolusi industry yaitu, lebih mudahnya transportasi dan komunikasi. Salah satu sejarah terbesar di dunia adalah dengan adanya Revolusi Industri. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari benda dan alat yang kita gunakan untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan setiap manusia, dimana hal tersebut adalah hasil dari revolusi industri.

  Munculnya mesin uap membuat berkembangnya kereta api dan kapal uap. Ini memungkinkan transportasi barang dan orang lebih cepat dari sebelumnya. Ini memungkinkan pergerakan orang dan pertukaran pemikiran lebih cepat dari pada masa sebelum Revolusi Industri. Ini juga memungkinkan distribusi bahan baku dan bahan hasil pabrik ke berbagai penjuru dunia.

   Oleh karena hal tersebut juga dapat memudahkan berbagai manusia di seluruh penjuru dunia untuk melakukan aktivitasnya. Mereka melakukan aktivitas menggunakan produk yang berasal dari dampak adanya “Revolusi Industri 4.0”. Perubahan dalam Revolusi Industri sangat besar yang mempengaruhi kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan yang terpenting adalah “Pariwisata”.

   Revolusi Industri sangat mempengaruhi pergerakan pariwisata di Indonesia, dengan adanya teknologi-teknologi yang mempermudah terjadinya sebuah industry pariwsata ini, akan terus membuat para pelaku usaha menggunakan hasil dari revolusi 4.0. seperti transportasi, system dan sebagainya yang digunakan untuk berjalannya sebuah industry pariwisata.

Revolusi industry 4.0 memiliki peran yang sangat besar bagi keberlangsungannya pariwisata. Tanpa kita sadari, berbagai contoh objek wisata kini menyediakan teknologi yang mempermudah mereka untuk mencapai suatu destinasi pariwisata. Misalnya, fast boat. Banyak Travel agent dan Tourism Information center yang menawarkan berbagai jasa untuk mempermudah wisatawan mencapai sebuah objek wisata.

Tidak hanya itu, seperti pesawat itu merupakan salah satu hasil dari industry, yang dimana tanpa kita sadari ketika kita akan beriwisata jauh kita akan menggunakan pesawat sebagai alternative kita untuk mencapai daerah tujuan wisata. Sekalipun terkadang harganya cukup mahal tapi kita sebagai pelaku pariwisata tidak menajdikan itu sebagai masalah besar. Dan seperti yang kita tau juga, ketika seorang wisatawan akan mengunjungi suatu daerah, pasti ia akan memperhitungkan budget yang akan dikeluarkan.

Selain itu juga dampak yang bisa kita lihat dan rasakan dengan adanya revolusi industry 4.0  kemudahan kita ketika akan mengunjungi suatu daerah tujuan wisata melalui transportasi darat yaitu adanya MRT. Ya, di Indonesia sendiri MRT baru hanya terdapat di Ibu Kota, yaitu Jakarta. Dimana MRT yang merupakan hasil dari revolusi industry dapat memudahkan masyarakat Jakarta mencapai tujuannya.

Di Indonesia khususnya Bali, terdapat infrastruktur yang dapat mempermudah kita untuk mencapai suatu kawasan dengan kawasan lainnya, system tersebut sering kita sebut dengan jalan tol. Perlu di akui dengan adanya jalan tol kita masyrakat, sangat dipermudah baik itu untuk mencapai tujuan seperti ke tempat kerja, persekolahan, perkuliahan, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan wisatawan yang akan menuju suatu objek wisata seperti GWK, Pandawa, Uluwatu Temple, dan daerah lainnya. Untuk mempermudah wisatawan sampai ke destinasi, para driver akan menggunakan jalan tol sebagai akses yang mempermudah jalan mereka untuk sampai ditempat tujuan. Dengan adanya sebuah teknologi yang merupakan revolusi industry 4.0. Banyak dampak postif yang bisa kita rasakan dari adanya revolusi industry 4.0. Semua bidang dapat merasakan dampak tersebut, termasuk pariwisata. Kita hanya perlu menyesuaikan agar dengan adanya kemajuan teknologi kita justru semaki mampu memberikan Exellence service bagi para wistawan yang datang ke daerah kita. Sehingga ketika kita bisa memberikan yang terbaik, mereka akan dapat merasakan kenangan selama mereka berada di daerah kita. Dan untuk selanjutnya secara tidak langsung mereka akan mempromosikan kita kepada teman-temannya dan produk jasa kita akan semakin dikenal di seluruh bagian dunia.

Digital Travel di Era Milenial

                  Maraknya perkembangan zaman yang mempengaruhi berbagai bidang kehidupan. Baik itu dalam bidang ekonomi,teknologi,komunikasi,pendidikan, hingga pariwisata. Perkembangan iptek dan bermunculannya berbagai media digital yang praktis membuat seluruh kalangan memutuskan untuk menggunakan media digital sebagai sarana untuk mempermudah mendapatkan serta mencari informasi. Dengan mudah kita dapat mengakses informasi, bahkan hanya melalu telfon genggam. Dari anak kecil hingga kaum lanjut usia khususnya di negara indonesia semakin tahun yang mengkonsumsi media digital justru sangat semakin bertambah pesat. Sehingga saat ini merupakan zaman yang serba praktis. Kemajuan yang pesat ini tidak hanya berdampak di satu bidang, melainkan semua bidang terkena dampak dari kemajuan teknologi informasi termasuk salah satunya adalah pariwisata. Bidang pariwisata ikut terkena dampak dari kemajuan teknologi tersebut.

         Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendukung para pelaku industri pariwisata untuk menggalakan digital dan milennial tourism di Indonesia. Para pelaku industry pariwsata tersebut sudah tergabung dalam berbagai macam organisasi pariwsata. Seperti : ASITA, HPI, PUTRI, dan organisasi lainnya yang dimana Indonesia tergabung di dalamnya.  Karena dengan adanya media digital ini akan mampu mempromosikan Indonesia termasuk daerah-daerah yang belum ter explore.

        Dengan adanya media digital seperti ini juga mampu membuat daerah-daerah terpencil di Indonesia dapat mengalami perbaikan, seperti akses menuju daerah tujuan wisata. Semakin banyak wisatawan yang datang ke suatu objek wisata tersebut maka semakin pesat juga pembangunan yang akan dilakukan untuk menarik wisatawan- wisatawan datang ke Indonesia. Penambahan-penambahan fasilitas pariwisata juga bisa dilakukan oleh pemerintah maupun investor-investor. Fasilitas pariwisata yang dapat di tambah untuk mempermudah wisatawan yaitu seperti : Restoran, Akomodasi (hotel,homestay, cottage,motel,resort,villa, dll), Transportasi, Tempat Belanja Souveni, ATM, dan bisa ditambah dengan fasilitas lainnya yang dapat mendukung sebuah pariwisata itu berjalan.

           Digital Travel di Era Milenial ini juga memberikan dampak yang besar bagi pata generasi milenial untuk memulai sebuah usaha pariwsata tanpa mengeluarkan banyak modal. Sama halnya seperti bisnis yang dilakukan secara online, bisnis pariwisata juga bisa dilakukan secara online. Dari situ para generasi milenial dapat membuat usaha, kemudian mempromosikannya melalui media digital. Seperti paket tour, paket event, paket akomodasi, dan fasilitas-fasilitas lainnya yang diminati oleh masyarakat baik itu local maupun mancanegara. Media digital ini juga dapat dengan mempermudah para generasi milenal untuk mengetahui keinganan, kebutuhan, dan harapan calon pelanggan atau client yang akan menggunakan jasa dan produk yang mereka tawarkan. Pemilik usaha (generasi milenial) mampu melakukan kontak langsung tanpa harus face to face dengan pelanggannya. Hal ini juga dapat membuat tugas pengusaha (generasi milenial) lebih efektif dan efisien. Banyak keunggulan yang bisa dimanfaatkan melalui media digital ini. Disamping itu juga dengan adanya media digital para pengusaha tour & travel mampu dengan mudah menggunakan system ticketing seperti sabre red, lion portal, abacus,Amadeus,altea, dan system-sitem ticketing lainnya.

Dulu sebelum adanya media digital seperti yang kita tahu bahwa seperti ticketing masih manual dan belum menggunakan system. Penggunaan tiket manual juga tidak semudah penggunaan tiket elektronik. Tiket manual seperti sebuah buku dan memiliki banyak komponen didalamnya. Jumlah jarak, dan lain-lainnya harus kita sesuaikan dengan buku yang terbit dari pusat, yaitu OAG, Air Tarrif Rules, Passenger, dan buku-buku lainnya untuk melihat informasi seputar komponen-komponen yang dibutuhkan untuk Tiket Manual tersebut.

         Begitu juga dengan paket tour, untuk saat ini paket tour kita dapat melihat tidak hanya melalui brosur-brosur yang sudah tercetak di berbagai tempat. Saat ini juga kita dapat melihat paket tour melalui pamflet-pamflet online yang di posting oleh berbagai akun instgram sebuah travel. Tidak hanya travel agen yang memanfaatkan hal seperti ini, hal ini juga dimanfaatkan oleh hotel, objek wisata, dan usaha-usaha industry pariwisata lainnya untuk membuat pamflet usaha mereka.

         Banyak issue yang tersebar terkait adanya travel digital di era milenial ini. Seperti penggunaan robot dalam system ticketing. Ini juga menjadi salah satu keresahan bagi para pelajar yang menekuni bidang tersebut. Karena peran mereka sebagai seorang “Staff Ticketing” akan digantikan oleh robot. Begitu juga dengan para tour guide yang dimana beberapa tahun kemudian peran mereka akan digantikan oleh seorang robot. Tapi kembali lagi, bahwa pariwisata merupakan bidang “HOSPITALITY” dimana orang yang bekerja dalam dunia pariwisata memberikan “keramah-tamahan” dan “execellent service. Dimana keramah-tamahan, perhatian, dan kenyamanan yang diberikan tidak dapat di gantikan oleh “robot” yang merupakan salah satu dampak dari adanya travel digital.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai