Digital Travel di Era Milenial

                  Maraknya perkembangan zaman yang mempengaruhi berbagai bidang kehidupan. Baik itu dalam bidang ekonomi,teknologi,komunikasi,pendidikan, hingga pariwisata. Perkembangan iptek dan bermunculannya berbagai media digital yang praktis membuat seluruh kalangan memutuskan untuk menggunakan media digital sebagai sarana untuk mempermudah mendapatkan serta mencari informasi. Dengan mudah kita dapat mengakses informasi, bahkan hanya melalu telfon genggam. Dari anak kecil hingga kaum lanjut usia khususnya di negara indonesia semakin tahun yang mengkonsumsi media digital justru sangat semakin bertambah pesat. Sehingga saat ini merupakan zaman yang serba praktis. Kemajuan yang pesat ini tidak hanya berdampak di satu bidang, melainkan semua bidang terkena dampak dari kemajuan teknologi informasi termasuk salah satunya adalah pariwisata. Bidang pariwisata ikut terkena dampak dari kemajuan teknologi tersebut.

         Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendukung para pelaku industri pariwisata untuk menggalakan digital dan milennial tourism di Indonesia. Para pelaku industry pariwsata tersebut sudah tergabung dalam berbagai macam organisasi pariwsata. Seperti : ASITA, HPI, PUTRI, dan organisasi lainnya yang dimana Indonesia tergabung di dalamnya.  Karena dengan adanya media digital ini akan mampu mempromosikan Indonesia termasuk daerah-daerah yang belum ter explore.

        Dengan adanya media digital seperti ini juga mampu membuat daerah-daerah terpencil di Indonesia dapat mengalami perbaikan, seperti akses menuju daerah tujuan wisata. Semakin banyak wisatawan yang datang ke suatu objek wisata tersebut maka semakin pesat juga pembangunan yang akan dilakukan untuk menarik wisatawan- wisatawan datang ke Indonesia. Penambahan-penambahan fasilitas pariwisata juga bisa dilakukan oleh pemerintah maupun investor-investor. Fasilitas pariwisata yang dapat di tambah untuk mempermudah wisatawan yaitu seperti : Restoran, Akomodasi (hotel,homestay, cottage,motel,resort,villa, dll), Transportasi, Tempat Belanja Souveni, ATM, dan bisa ditambah dengan fasilitas lainnya yang dapat mendukung sebuah pariwisata itu berjalan.

           Digital Travel di Era Milenial ini juga memberikan dampak yang besar bagi pata generasi milenial untuk memulai sebuah usaha pariwsata tanpa mengeluarkan banyak modal. Sama halnya seperti bisnis yang dilakukan secara online, bisnis pariwisata juga bisa dilakukan secara online. Dari situ para generasi milenial dapat membuat usaha, kemudian mempromosikannya melalui media digital. Seperti paket tour, paket event, paket akomodasi, dan fasilitas-fasilitas lainnya yang diminati oleh masyarakat baik itu local maupun mancanegara. Media digital ini juga dapat dengan mempermudah para generasi milenal untuk mengetahui keinganan, kebutuhan, dan harapan calon pelanggan atau client yang akan menggunakan jasa dan produk yang mereka tawarkan. Pemilik usaha (generasi milenial) mampu melakukan kontak langsung tanpa harus face to face dengan pelanggannya. Hal ini juga dapat membuat tugas pengusaha (generasi milenial) lebih efektif dan efisien. Banyak keunggulan yang bisa dimanfaatkan melalui media digital ini. Disamping itu juga dengan adanya media digital para pengusaha tour & travel mampu dengan mudah menggunakan system ticketing seperti sabre red, lion portal, abacus,Amadeus,altea, dan system-sitem ticketing lainnya.

Dulu sebelum adanya media digital seperti yang kita tahu bahwa seperti ticketing masih manual dan belum menggunakan system. Penggunaan tiket manual juga tidak semudah penggunaan tiket elektronik. Tiket manual seperti sebuah buku dan memiliki banyak komponen didalamnya. Jumlah jarak, dan lain-lainnya harus kita sesuaikan dengan buku yang terbit dari pusat, yaitu OAG, Air Tarrif Rules, Passenger, dan buku-buku lainnya untuk melihat informasi seputar komponen-komponen yang dibutuhkan untuk Tiket Manual tersebut.

         Begitu juga dengan paket tour, untuk saat ini paket tour kita dapat melihat tidak hanya melalui brosur-brosur yang sudah tercetak di berbagai tempat. Saat ini juga kita dapat melihat paket tour melalui pamflet-pamflet online yang di posting oleh berbagai akun instgram sebuah travel. Tidak hanya travel agen yang memanfaatkan hal seperti ini, hal ini juga dimanfaatkan oleh hotel, objek wisata, dan usaha-usaha industry pariwisata lainnya untuk membuat pamflet usaha mereka.

         Banyak issue yang tersebar terkait adanya travel digital di era milenial ini. Seperti penggunaan robot dalam system ticketing. Ini juga menjadi salah satu keresahan bagi para pelajar yang menekuni bidang tersebut. Karena peran mereka sebagai seorang “Staff Ticketing” akan digantikan oleh robot. Begitu juga dengan para tour guide yang dimana beberapa tahun kemudian peran mereka akan digantikan oleh seorang robot. Tapi kembali lagi, bahwa pariwisata merupakan bidang “HOSPITALITY” dimana orang yang bekerja dalam dunia pariwisata memberikan “keramah-tamahan” dan “execellent service. Dimana keramah-tamahan, perhatian, dan kenyamanan yang diberikan tidak dapat di gantikan oleh “robot” yang merupakan salah satu dampak dari adanya travel digital.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai